.....KAMI HANYA INGN MERDEKA........
Kami pun sama seperti mereka...
Ingn hidup tentram damai sentosa..
Kami hanya ingn merdeka..
Karna kami merasa tercampa dari negri indonesia...
Kami tumbuh d negeri indonesia...
Namun indonesia menelantarkan kami d sini...
Mereka menganak tirikan kami...
D mana keadilan tuk kami...
Pulau kami kaya akan rempah"..
Logam dan emas pun ada d sana...
Namun mengapa pulau kami termisikin d indonesia..
Itulah yg membuat kami ingnkan merdeka...
Bebaskanlah kami wahai Indonesia...
Karna kami ingnkan merdeka...
Sudahilah kekerasanmu d pulau kami indonesia..
Karna kami hanya ingnkan merdeka...
BY. Tabam Ramu Aytinyo
Pada tahun 1994, Jance Inggamer melukiskan penderitaan rakyat Papua ke dalam sebuah puisi ---Nyanyian Ratapan:
Hai awan-awan di langit
Hai burung-burung di udara
Hai gunung-gunung yang membisu
Hai danau dan telaga
Hai ikan-ikan di laut biru
Hai pulau-pulau karang
Miringkan telingamu
Dengarkanlah tangisan puli anak negeri
Dengarkan nyanyian duka mereka
Duka yang kau persembahkan itu
Duka yang kau wariskan itu
Duka yang penuh misteri
Misteri darimu
Hai bunga kamboja jangan tutupmatamu
Bukakanlah matamu agar kau saksikan duka itu
Bukankah engakau puas jika mereka disiksa?
Bukankah itu keinginanmu?
Burung camar, tolong sampaikan salam anak pribumi kepada mentari
Hai burung bangau, tolong sampaikan salam mereka kepada kerang di laut
Sebab tak tahu kepada siapa anak pribumi hendakberkeluh.......
SAYA TUNGGU...!
"...Sa tunggu ko, kawan, saat di pertigaan jalan, Neraka dan Surga. Karena, kami akan meninggal.
Siksalah sa terus, korbankanlah sa demi kepentingan, tembaklah sa, tangkaplah sa, bunuhlah sa, bakarlah rumah sa, curilah tanah leluhur sa, tinggalkan sa telanjang dan kau masih mengiris sa.
Inilah sa, kawan. Kita sama dan akan ketemu, kawan.
Ku tunggu saat ajal kita tiba... _Tangisan Hati_"
~Waiyai DT~
