TERKINI



Translate
English French German Spain Dutch Italian Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese

--------------------->>>>>>

--------------------->>>>>>

PELANGGARAN HAM

AKTIVIS PAPUA

PERJUANGAN AKTIVIS KNPB-PNWP

PERJUANGAN MAHASISWA PAPUA

PERJUANGAN TPN-OPM

Monday, October 20, 2014

Ini Kronologi Pertikaian Mahasiswa Papua & Warga Kampung Tataaran, Tondano-Sulut.

WEST PAPUA     5:48 AM   No comments
Mahasiswa Papua Berkumpul di Asrama Kamasan 5 Papua, Kota Manado
Doc: Pribadi
Tondano-Sulut. Pada tanggal, 18 Oktober 2014 pukul 18.00 Wita, ada beberapa mahasiswa asal Papua melaksanakan acara syukuran sesuai tradisi masyarakat Papua dengan cara bakar batu, kemudian usai kegiatan syukuran minum-minum keras (miras) untuk refresing bersama.

Kemudian pada 19 Oktober 2014 pukul 03.00 Wita, mahasiswa Papua yang sudah terpengaruh miras, turun ke pertigaan Kel. Tataaran II dan membuat keributan, karena keadaan terganggu kondisi miras. Kemudian menyerang warga masyarakat Kelurahan Tataaran, sehingga mengakibatkan munculnya korban antara lain: 1).Jon Moningka dan Viki Rambing terkena lemparan batu dibagian kepala. 2). Meidy Semampo (mahasiswa asal Sangihe), luka parang di bagian kepala.

Dengan adanya korban dari masyarakat Kelurahan Tataaran II tersebut, menyebabkan warga Kel. Tataaran II melakukan aksi balas dendam terhadap mahasiswa Papua sehingga mengakibatkan 1 orang korban mahasiswa asal Papua tewas atas nama Fetius Tabuni, (20 tahun, suku Dani, Kab. Lanijaya, Propinsi papua, mahasiswa Politeknik.

Pada pukul 04.00 Wita, mahasiswa asal Papua bersatu dan menyerang kembali masyarakat Kelurahan Tataaran II dengan menggunakan batu karena merasa kecewa atas jatuhnya korban teman-teman mereka.  Serangan itu yang mengakibatkan, beberapa rumah, kios, dan kendaraan yang diparkir warga Kelurahan Tataran II mengalami kerusakan, serta membongkar dan mengambil barang-barang yang ada di dalam kios dan membakar kayu, serta barang lain di pertigaan Jalan Tataaran Vatar.

Pada pukul 05.30 Wita, Kapolres dan Dandim 1302/Minahasa langsung berada di TKP dan menenangkan masyarakat serta mahasiswa asal Papua. Situasi di lokasi kejadian ini saat ini relatif kondusif dengan penjagaan aparat keamanan.

Sementara itu, pada 19 Oktober 2014, pukul 10.00 s.d 10.30 Wita, di aula komplek asrama mahasiswa Papua, Kel. Tataaran, Kecamatan Tondano Selatan, Kab. Minahasa, telah berlangsung pertemuan antara Rektor Unima Tondano (Prof. Dr. Ph. ├łA. Tuerah, MSi, DEA), Kapolres Minahasa (AKBP Ronald Rumondor), Dandim 1302 Minahasa (Letkol Teguh Hery Susanto), dengan mahasiswa Papua yang dihadiri sekitar 150 orang mahasiswa Papua.

Dalam pertemuan tersebut, Rektor Unima intinya menyampaikan agar mahasiswa tidak lagi melakukan tindakan anarkis dan untuk kegiatan yang bersifat tradisi maupun syukuran agar tidak menyediakan minuman keras.

Selain itu, persoalan perkelahian tersebut agar sepenuhnya diserahkan kepada pihak aparat kepolisian, dan bila penyampaian tersebut dilanggar, maka pihak Unima akan mengambil tindakan tegas dengar mengeluarkan mahasiswa tersebut.

Data yang dihimpun, suarawiyaimana.blogspot.com; beberapa mahasiswa papua yang dapat luka-luka sementara dilarikan ke - RSUD Malalayang, Manado untuk mendapatkan perawatan.

Mahasiswa asal papua dari Tondano, Tomohon dan Manado dikumul kemarin sore, jam 4 sampai selesai  di Asrama kamasan 5 di Manado, dibawa payung Ikatan Mahasiswa Indonesia Papua (IMIPA) untuk menceritakan kejadian sebelumnya, di Tondano. Dan saat ini, mahasiswa asal papua berada di Honai Laki-laki, dan belum pastikan keadaan teman-teman lain yang masih tinggal di Tondano.

“Kami hanya inginkan perdamaian, semuanya kami serahkan ke pihak berwajib. Tidak ada yang mau ini semua terjadi, kami hanya ingin ada perdamaian untuk semua,” ujar ujar salah satu mahasiswa papua Ketua Ikatan Mahasiswa Indonesia Papua (IMIPA) cabang Tondano, saat dijelaskan kepada media ini, melalui via selulernya dari Unima Tondano, kepada pengelola media ini.
“Diharapkan kepada semua pihak, baik warga tataaran, Tondano maupun kami mahasiswa asal papua jangan terpancing dengan isu-isu yang kurang membangun sesama warga, sehingga proses penyelesaikan akan diselesaikan melalui proses hukum,” harapnya. (Awimee G /SW)
sumber:suarawiyaimana.blogspot.com;

Sunday, October 19, 2014

MAHASISWA PAPUA MENADO TAKUT DAN TRAUMA, RENCANA SEMUA PULANG PAPUA

WEST PAPUA     10:09 AM   No comments

MANADO—Mahasiswa dan mahasiswi Papua yang berada kota MENADO, yang berstudy merantau di Tanah Sulawesi Utara, berada dalam keadaan yang tidak aman takut dan mengalami trauna karena atas kejadian yang menimpa mahasiswa Papua dua orang meninggal dan empat orang luka berat dan beberapa lainnya luka ringan. Informasi ini di kabarkan memalui dunia maya ke madia online ini. Pada malam ini situasi di Menado dalam keadaan darurat.

Saat ini kota study menado dalam keadaan darurat akibat terjadi suatu pertikaian antara mahasiswa Papua dengan orang asli menado (tondano) yang kejadiannya terjadi tadi malam di tondano yang menewaskan Dua orang mahasiswa Papua asal wamena sehingga saat ini seluruh mahasiswa Papua dengan Tni-Polri sedang bahas masalah tersebut.

Namun isu yang sudah beredar di kalangan mahasiswa bawah seluruh mahasiswa Papua yang ada di kota study Menado rencananya akan di pulangkan ke Papua apakah hal tersebut benar akan terjadi tunggu info selanjutnya.

Kemudian media online majalahselangkah.com, bahwa Petius meninggal di tempat dengan luka di sekujur tubuh. Diketahui, ia kuliah di Politeknik Negeri Manado.Sementara itu ada 5 orang Papua lainnya luka-luka dan dirujuk ke rumah sakit terdekat.

"Saat ini, keadaan kami di Manado tidak aman sekali. Kami bahkan takut keluar dari asrama," jelas seorang mahasiswa dari Manado kepada majalahselangkah.com siang ini.
Kejadian bermula ketika mahasiswa Unima asal Papua Sabtu malam (18/10/2014) menggelar acara pesta syukuran wisuda di Asrama Mahasiswa di Kelurahan Tataaran Patar Minahasa.

Korban dikabarkan dalam kondisi mabuk, ke luar. Kira-kira pukul 03.00 subuh, ia menelpon kakak dan teman-temannya bahwa ia diserang. Ketika sekitar 5 orang temannya datang ke tempat kejadian, korban sudah terlentang tak bernyawa.
Belum sempat mereka memarkir motor, mereka diserang orang-orang yang telah diaga di sekitar. Kelima orang itu yang mengalami luka-luka. 
Seorang dari lima orang itu, yang telah menyelesaikan S2 dikabarkan meninggal dari rumah sakit.Dikabarkan, puluhan mahasiswa Papua di Tondano sedang terjebak di kos dan di tempat tinggal mereka. Mereka tak berani ke luar, bahkan dengan mobil sewaan. Karena di sana, ada informasi beredar, para pelaku masih siaga mencari orang Papua untuk dibunuh juga.

Menurut Tribun Menado, bahwa Kejadian bentrokan di Tataaran Minahasa ini bermula ketika mahasiswa Unima asal Papua Sabtu malam (18/10/2014) menggelar acara pesta syukuran wisuda di Asrama Mahasiswa di Kelurahan Tataaran Patar Minahasa. Mahasiswa yang menghadiri syukuran bukan hanya mahasiswa Unima asal Papua tapi juga ada teman-teman mereka yang lain termasuk mahasiswa dari Politeknik Manado.
Usai syukuran, sekitar pukul 3 pagi, Minggu (19/10/2014), sejumlah mahasiswa yang sudah dipengaruhi minuman keras saat melintas di kawasan pertokoan Tataaran kemudian mengacau dan melempari kios-kios yang ada dengan batu, mengakibatkan kaca pecah berserakan.
Tak terima dengan perlakuan mahasiwa ini, warga kemudian keluar rumah dan melakukan perlawanan. Bentrokan pun tak bisa dihindari.
Informasi sementara yang dihimpun dari Wartawan Tribun Manado di lokasi kejadian, akibat bentrokan ini satu mahasiwa asal Politeknik Negeri Manado meregang nyawa, dan sejumlah mahasiwa dan warga luka-luka (UN/Online)

Sumber: Online

Mahasiswa Papua di Tondano Jadi Korban Bacok: 2 Meninggal, 4 Luka-Luka

WEST PAPUA     8:24 AM   3 comments

Ini Korban atas nama: Petius Tabuni 
Mahasiswa Papua, asal Tolikara
 di Tondano, Sulut
Doc: Pribadi
Manado, MAJALAH SELANGKAH -- Seorang mahasiswa Papua, Petius Tabuni, meninggal karena dibunuh har ini, Minggu (19/10/14) di kota Tondano, Manado, Sulawesi Utara, pukul 03.00 subuh. Pelaku pembunuhan tidak diketahui.

Petius meninggal di tempat dengan luka di sekujur tubuh. Diketahui, ia kuliah di Politeknik Negeri Manado.

Sementara itu ada 5 orang Papua lainnya luka-luka dan  dirujuk ke rumah sakit terdekat.

"Saat ini, keadaan kami di Manado tidak aman sekali. Kami bahkan takut keluar dari asrama," jelas seorang mahasiswa dari Manado kepada majalahselangkah.com siang ini.

Kejadian bermula ketika mahasiswa Unima asal Papua Sabtu malam (18/10/2014) menggelar acara pesta syukuran wisuda di Asrama Mahasiswa di Kelurahan Tataaran Patar Minahasa.

Korban dikabarkan dalam kondisi mabuk, ke luar. Kira-kira pukul 03.00 subuh, ia menelpon kakak dan teman-temannya bahwa ia diserang. Ketika sekitar 5 orang temannya datang ke tempat kejadian, korban sudah terlentang tak bernyawa.

Belum sempat mereka memarkir motor, mereka diserang orang-orang yang telah diaga di sekitar. Kelima orang itu yang mengalami luka-luka.

Seorang dari lima orang itu, yang telah menyelesaikan S2 dikabarkan meninggal dari rumah sakit.

Dikabarkan, puluhan mahasiswa Papua di Tondano sedang terjebak di kos dan di tempat tinggal mereka. Mereka tak berani ke luar, bahkan dengan mobil sewaan. Karena di sana, ada informasi beredar, para pelaku masih siaga mencari orang Papua untuk dibunuh juga. (BT/014/MS)
majalahselangkah.com

Thursday, October 16, 2014

VIDEO DAN FOTO AKSI NASIONAL TIMIKA 13/110/2014

WEST PAPUA     11:02 AM   No comments


 FOTO-FOTO AKSI
 
   





 



 KRONOLOGIS AKSI DAMAI RAKYAT KNPB WILAYAH TIMIKA MENDESAK INDONESIA
BEBASKAN DUA JURNALIS ASAL RANCIS DAN MEMBUA AKSES JURNALIS ASING DI PAPUA

TIMIKA--- Sesuai dengan himbauan yang dikeluarkan oleh Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Pusat bahwa untuk sikapi atas Jurnalis (Wartawan/pres) asing atas nama Prancic  Thomas Dandois, Valentine Bourrat,  maka KNPB-PRD setiap wilayah melakukan protes keras terhadap pemerintah Indonesia untuk membebaskan kedua jurnalis tersebut. Badan Pengurus Pusat KNPB menyerukan kepada 28 KNPB wilayah, KNPB Konsulat, 23 PRD supaya aksi serentak dilakukan di seluruh nasional Papua Barat dan luar papua.
Hari ini aksi Nasional digelar beberapa kota Seperti Jayapura semua titik dikuasai oleh aparat Militer Indoesia  menangkap 16 Aktivis Knpb. Di merauke 29 Anggota aktivis ditahan, di Manokwari aksi bentuk mimbar bebas menyampaikan aspirasi kepada pemerintah Indonesia untuk segerah bebaskan Dua Jurnalis Asing.
Dan beberapa wilayah Papua lainnya seperti daerah Timika, ini Kronologis aksi damai hari ini; Pertama pada Pukul 07-00-09:00 aksi masa dari setiap sektor sudut kota mulai moblisasi berkumpul di Kantor  KNPB-PRD.
Sesuai dengan Seruan aksi pada Pukul, 09:00 aksi dimulai dengan Doa pembuakan dan Pembacaan Renungan singkat agar masa tetap dalam garis komando dari awal hingga akhirnya pertongan dan kekuatan Tuahn mengertai dalam Aksi damai Ansional di halaman Kantor, masa aksi mulai bertambah hingga 750-an Orang terdiri dari anggota Militan Knpb, anggota teta Knpb serta anggota PRD dan Rakyat Papua baik perempuan maupun laki-laki tidak terhitung dengan anak kecil umur 8-12 tahun.
Pukul 09.20 Wpb,  masa aksi mulai bersiap dengan atribut aksi damai yaitu, Spanduk, poster, megafon, tali komando, bendera Lawan, mobil komando  dan menghiyasi badan dengan pakian adat Papua.
Pukul 09-30 Wpb, Titik Start mulai aksi dari depan jalan Kantor Jalan freeport  lama, kordinator aksi membacakan Yel-yel aksi seperti “Papua-Merdeka, Indonesia-Pulang,  Referendum-Yes, Indonesia Bebaskan Dua Jurnalis Asal Prancis-Sekarang juga, Indonesia Membuka akses Para Jurnalis Asing-sekarang juga” berjalan kaki.
Sampai   Gorong-gorong tepat pukul 09:38Wpb, sesampai Gorong-gorong Aparat Kepolisian dan Inteljen memantau dengan 2 Mobil dan sekitar 8 anggota menggunakan motor. Dari Gorong-Gorong masa semakin bertambah hingga hampir satu jutaan orang lebih, masa aksi di kawal ketat oleh keamanan dari Militan KNPB.
Sekitar pukul 09:50 masa aksi kuasai jalan Ahmad yani  Tiga Truk Polsi dan 1 Truk Dalmas dari belakang menontrol ,menuju Pasar Lama Jantung Kota Timika, sepanjang Jalan besar macat, orang Papua yang berada di pasar banyak gabung dalam garis komando.  Didepan dikawal dengan satu mobil Polisi dan satu Mobil Polantas
Hingga pada Pukul 10.15 Wpb, depan Bank Papua masa aksi mulai berjalan ke jalur kiri Jalan Yossudarso menuju Kantor DPRD Mimika. Masa lebih banyak dari pada pihak Aparat Militer.
Pukul 10:20 Wpb Masa aksi menguasai jalan di Depan  Gereja Katolik Tiga Raja polsi mulai bertamba dengan 5 Tank milik Brimob dan 100 anggota brimod dengan Senjata lengkap menguasai Kantor DPRD Timika
Pada pukul 10:25 Wpb  masa aksi mulai menguasai halamai Kantor DPRD, polisi Brimob, Intel dari semua satuan dan Wartawan Indonesia mulai membanjiri halaman DRPD
Masa aksi tetap dalam korodor garis komando diarakan langsug  oleh Kordinator lapangan dan Kemanan Militan KNPB, sehingga masa masa aksi teratur  dan tertib baris, dan memegang Spanduk di baris depan. Masa perkraan mencapai 1.000.000-an lebih.
Pada pukul 10: 30 Wpb kordinator  Agama dan Adat Pdt. Bagau menyampaikan firman Tuhan intiya adalah negara Indonesia harus tegakkan keadilan dan kebenaran dan saling menghargai setiap suku bangsa, supaya tidak ada malapetaka dari Tuhan. Jika Indonesia tidak mengakui nasib Bangsa Papua maka Indonesia akan mendapatkan malapetaka  yang besar atas Indonesia.
Pada Pukul 11.30 Wpb setiap perwakilan dari 7 wilayah adat menyampaikan orasi – orasi politik dan tuntutan aksi dari setiap perwakilan intinya bawah Pemerintah Indonesia segera Membebaskan Dua Jurnalis asal Prancis, dan membuka ruang akses bagi para Jurnalis asing supaya ada yang terjadi di Papua bisa mengetahui dunia. Serta Pemerintah Indonesia membua ruang Referendum dalam tahun 2014 ini.
Pada pukul 12:00 Wpb membacakan Pernyataan sikap Aksi damai Nasional oleh Ketua PRD Abihut Degei, setelah dibacakan pernyataan tersebut diberikan kepada pihak Pemerintah Indonesia yang diwakili DPR Komisi A Timika.
Pada Pukul 12.10 Wpb, pihak DPRD mimika menyampaikan dan tanggapi Aksi damai nasional dengan  mengakui atas moblisasi masa  yang jumlahnya tidak terhitung. Intinya aspirasi rakyat diterima dan mereka akan melanjutkan ke propinsi, kata  dua anggota DPRD  yang berdiri depan pintu DPRD,  anggota DPRD yang ada lainnya tidak ada termasuk ketua dan wakil.
Pada pukul 12.30 Wpb dengan damai aman dan bermartabat kembali merapikan barisan untuk menuju kantor KNPB-PRD dengan jalan kaki melewati jalur jalan yang dilewatinya.
Pihak kepolisian dalam hal kepala  Intelkam dan anggota Polantas juga mengikuti saat masa aksi jalan kaki longmarch dari kantor DPRD melewati Gereja Katolik Tiga Raja, masuk ke Pasar lama menuju Gorong-gorong, masa aksi walaupun Panas lapar dan haus tapi masi menyanyi Waita, bese sambil jalan.
Pada pukul 13.00 Wpb masa tiba di kantor KNPB-PRD, lanjut dengan penyampaian arahan dari Badan pengurus KNPB-PRD dan doa Penutup. (Knpbnews Timika)

Aksi Tuntut Bebaskan Dua Jurnalis Perancis, Polisi Tangkap 29 Anggota KNPB Dan 20 orang Lainya ditangkap di Sekertariat KNPB

WEST PAPUA     10:35 AM   No comments


Aksi Tuntut Bebaskan Dua Jurnalis Perancis, Polisi Tangkap 29 Anggota KNPB Dan 20 orang Lainya ditangkap di Sekertariat KNPB 

Aparat Kepolisian Resort (Polres) Merauke, Senin (13/10/2014) pagi ini, dikabarkan menangkap 29 anggota Komite Nasional Papua Barat (KNPB), yang berniat menggelar aksi damai tuntut pemerintah Indonesia bebaskan dua jurnalis asal Perancis, Thomas Dandois dan Valentine Bourrat.

Ketua Parlemen Rakyat Daerah (PRD) Wilayah Anim-Ha, Panggresia Yem, ketika dihubungi media ini via telepon seluler, menjelaskan, ke-29 anggota KNBP yang ditangkap kini sedang ditahan di Polres Merauke, untuk mendapatkan “pengarahan” dari Kapolres Merauke.

Kronologinya, kata Yem, massa aksi bergerak dari Sekertariat KNPB dan PRD yang terletak di Kelurahan Kelapa Lima, Merauke, sekitar pukul 06.00 Wit.

Massa menggunakan satu buah mobil pick up, dengan membawah berbagai perangkat aksi, dan menuju ke Tugu Penentuan Pendapat Rakyat (PEPERA) untuk melangsungkan aksi.

Sekitar pukul 06:20 Wit, massa tiba di tempat aksi, dan baru saja berbaris untuk melanjutkan aksi ke Kantor Imigrasi di Merauke, sesuai surat pemberitahuaan aksi ke Polisi, langsung aksi dibubarkan secara paksa, dan beberapa massa aksi ditangkap, dan kemudian dibawah ke Polres Merauke.

“Surat pemberitahuaan aksi telah kami layangkan sejak hari Jumat lalu, sudah jelas di dalam surat itu, titik kumpul di Tugu PEPERA, dan melanjutkan aksi ke Kantor Imigrasi, kenapa polisi tangkap kami,” tegas Yem.

Selaku Pembina politik di Merauke yang masuk Wilayah adat Anim-Ha, menurut Yem, cara-cara yang dipakai aparat kepolisian untuk menutup ruang demokrasi di tanah Papua tidak bisa dibenarkan. 

“Kan kami mau gelar aksi demo damai, ini bagian dari solidaritas kami kepada dua jurnalis internasional yang ditahan di Papua, kenapa kami langsung ditangkap seperti ini,” tegasnya.

Lanjut Yem, saat ini ia sedang menuju ke Polres Merauke untuk bertemu dengan Kapolres, sekaligus meminta agar ke-29 anggota KNPB dapat dibebaskan.

“Tadi Kasat Intel sudah telepon saya kasi tau hal ini, saya sekarang ada mau ke Polres, saya minta mereka dibebaskan, dan tidak ada perangkat aksi yang ditahan, atau diambil oleh Polisi,” tegasnya.
. Nama-nama yang dapat tangkap antara lain :
1. GENTO EMERIKUS DOOP ( ketua KNPB Merauke )
2. YOSEP NOVARIS WOGAN ( Sekertaris KNPB merauke )
3. EMELIANUS NEMOP
4. CHARLES SRAUN
5. YOHANES KAYOP
6. PETRUS WOGANG
7. KRISTIANUS MAHUZE
8. EMANUEL METEMKO
9. YOSEP IMBANOP
10. YOSEP MUYAN
11. PETRUS KATEM (Sekertaris PRD wilayah Merauke )
12. AP MOSES
13. K PASIM
14. YERMIAS KEPZE
15. YUSTINUS AIRIT
16. EMERIKUS KAKUPU
17. YOSEP P
18 MUYAN
19 . YOSEP C. H. IMBANOP
20. STEVANUS KAIZE
21. MELKIOR KEBZE
22. KORNELIS YOLEM , dan 6 orang lainya Sementara masih di Tahan di Polresta Merauke.
Setelah memubarkan & menangkap 29 aggota KNPB wilayah merauke pada saat dimulainya kegiatan aksi demo damai dalam rangka menuntut pemerintah indonesia segera bebaskan 2 jurnalis asal prancis tanpa syarat yang bertempat di tuguh pepera merauke,
Kemudian polisi kembali menggrebak Kantor Sekretaria KNPB Merauke dan menangkap 20 anggota KNPB yg ditugaskan menjaga SEKRETARIAT tersebut.

Beriku bukti foto smua anggota Kru KNPB yang di tangkap semuanya sebanyak 49 anggota KNPB dan beberapa bukti foto alat-alat yg disita diantaranya 2 buah bendera KNPB, 2 buah megaphone, 2 buah jendela sekretariat KNPB, 1 buah spanduk dukungan dan 14 lembar kertas bertulisan segera bebaskan 2 jurnalis asal prancis.
 
http://nestasuhunfree.blogspot.com/2014/10/aksi-tuntut-bebaskan-dua-jurnalis.html
 
By Nesta S. Gimbal on Senin, 13 Oktober 2014 | 23.42

Monday, October 13, 2014

JELANG AKSI DAMAI 13/10/2014, 66 ANGOTA AKTIVIS KNPB DITAHAN POLISI

WEST PAPUA     10:05 PM   No comments




Abepura, Jubi – Aksi demontrasi menuntut pembebasan dua jurnalis Prancis  yang dilakukan secara  serentak di beberapa tempat  oleh  para aktivis Komite Nasional Papua Barat (KNPB),  Senin (13/10), berujung penangkapan. Sebanyak 66 aktivis KNPB ditangkap polisi, sedangkan beberapa aksi lainnya diblokade dan dibubarkan paksa.

Sekretaris Umum KNPB Pusat, Ones Suhuniap, mengatakan KNPB berhasil menggelar aksi di wilayah Jayapura, Mimika, Merauke, Fak-fak, Kaimana, Yahukimo, Nabire, dan Manokwari.

Menurut Suhuniao, aksi di beberapa wilayah itu  berjalan aman dan lancar. Di Mimika, misalnya, ribuan orang turun ke jalan. Namun, menurut Suhuniap, aksi di Jayapura, Merauke, Fak-fak, Kaimana dan Manokwari berakhir dengan pembubaran dan penangkapan.

Di kota Jayapura, Tonny Kobak, ketua Divisi Pendidikan Politik KNPB, mengatakan Polresta Jayapura Kota yang memantau aksi dan menangkap 17 aktivis KNPB Pusat. Polisi menangkap aktivis KNPB saat mereka  menggelar aksi bisu dengan membentangkan spanduk di Taman Imbi, di  jantung Kota Jayapura.

“Polisi menahan kawan-kawan tadi. Mereka tiba dengan mobil. Begitu turun dari mobil dapat tangkap,”kata Kobak kepada Jubi, di Kota Jayapura, Papua, Senin (13/10).

Mereka yang ditahan di Koata Jayapura,  adalah Elieser Anggaingom, Agust Kossay, Bazoka Logo, Regi Wenda, Ribka Komba, Jimy Baroay, Marice Mambrasar, Lazkar Zama, Isak Silak, Petrus Petege, Palina Pakage, Marten Suhun, Manu Moi, David Walilo, Teren Surabut, Wilem Wandik, dan Tinus Heluka

Sementara di Merauke, menurut Ones Suhuniap, polisi menangkap 46 aktivis. Penangkapan terjadi dalam dua tahap. Tahap pertama pada saat aksi di Tugu Pepera. Penangkapan kedua di Sekretariat KNPB dan Parlemen Rakyat Daerah (PRD). “Saat aksi 20 orang dan setelah aksi polisi masuk ke sekretariat KNPB dan PRD tangkap 29,”ungkapnya.

Sementara, aksi di Fak-Fak, Kaimana, Manokwari, menurut Suhuniap, diblokade aparat dan dibubarkan. “Aksi di Fak-fak dibubarkan. Di Kaimana, pamflet dan spanduk disita, sementara di Manokwari para pengunjukrasa di blokade. Aksi di Yahukimo, Nabire dan Mimika berjalan lancar tanpa ada penangkapan dan pembubaran,” kata dia.

Menurut Suhuniap, pembubaran aksi unjuk rasa dan penangkapan para aktivis KNPB membuktikan  pemerintah Indonesia sangat membungkam kebebasan berekspresi di Papua. “Polisi benar-benar membungkam kebebasan,”tegasnya. (Mawel Benny)JUBI.COM

AKSI DEMO DAMAI DENGAN TUNTUTAN PEMBEBASAN DUA WARTAWAN INTERNASIONAL ASAL PRANCIS, KNPB WILAYAH KAIMANA

WEST PAPUA     9:28 PM   No comments



Menyikapi surat arahan KNPB Pusat tentang Aksi Demo Damai dengan isu tuntutan pembebasan Wartawan Asing asal Prancis yang ditahan oleh Pemerintah Indonesia (Pihak Imigrasi). Pelaksanaan Aksi demo damai yang berlangsung mulai jam 09.00 dengan rute titik kumpul utama ditaman kota Kaimana ini dibubarkan secara paksa oleh Pihak Kepolisian Resor Kaimana. proses pembubaran oleh Polisi ini beralasan bahwa, kegiatan ini tidak diberi ijin oleh Kapolres Kaimana, sehingga semua atribut dan perlengkapan aksi disita oleh pihak kepolisian republik Indonesia resor Kaimana.:

Kronologis Aksi Demo Damai Longmars Pembebasan Jurnalis Internasional Acal Prancis tersebut dipusatkan di Komplek Sekretarit KNPB & PRD Kaimana Titik Kmpul Utama Taman Kota Kaimana,pada pukul 09.00 – Selesai Dalam aksi demo ini polisi menyita atribut demo yang dibawa oleh Niko Nauw anggota KNPB Atribut yang di sita 2 Bendera KNPB, 5 Pamplet Bergambar 2 Wartwan Prancis, 1 spanduk Bertulisan PEMERINTAH INDONESIA SEGERA BEBASKAN DUA WARTAWAN PRANCIS Mr. THOMAS A. DANDOIS & Ms. L.M. VALENTINE BAURATT

Pelaksanaan kegiatan Aksi demo Damai yang di mediasi oleh KNPB Kaimana sesuai dengan arahan nasional KNPB Pusat hari ini tanggal 13 Oktober 2014 mendapat kecaman oleh pihak TNI/Polri Kaimana. Aksi yang berlangsung pada pukul 09.00 pagi tadi berlangsung ricuh.

Kepolisian Resort Kaimana Menggunkan 1 Mobil Patroli dan 2 buah dalmas masuk ke tempat star kegaitan di taman Kota. Masa aksi yang dipimpin ol,eh KNPB Kaiaman menggunakan 1 buah mobil komando dan 2 buah kendaran angkutan kota ini di jemput dengan suatu tindakan intimidasi oleh Pisak Kepolisan Resort Kaimana.

Dalam persitiwa itu, semua atribut demo yang dimuat pada mobil komado Kegiatan disita oleh Pihak Keamanan Resort Kaimana. Meskipun mendapat tekanan, masa aksi tetap siap untuk melakukan aksi longmars menuju tempat kegiatan di Komplek Sekretariat KNPB & PRD Kaimana.

Pada saat masa ingin melakukan aksi, Kepolisian Resort kaimana mengahalangi dengan mengepung masa aksi, dan melakukan adu argumentasi dengan masa. Dalam proses argumentasi ini, salah satu dari anggota KNPB Kaimana dikopeng oleh seorang anggota Polantas yang sempat emosi saat berargumentasi dengan Masa.

Melihat tingginya volume perdebatan antara masa dengan Polri, Wakil Ketua Parlemen Rakyat Daerah Kaimana Yefta Jitmau berdiri dihadapan Pihak Kepolisian Kaimana untuk mengamankan situasi.

Dalam perbincangan berlangsung, bapak Yefta Jitmau Wakil Ketua PRD Kaimana mengatakan, aksi yang kami lakukan KNPB hari ini adalah Aksi Demo Damai sehingga tidak boleh menghalangi.

Menanggapi Pembicaraan dari Wakil Ketua Parlemen, Pihak Kepolisian meminta agar Masa Kembali dan lakukan aksi di tempat kegiatan, sehingga Polisi mengarahkan masa menggunakan 2 buah Dalmas menuju ke tempat kegiatan di sekretarit.

Setibanya si komplek sekretarit, Masa meminta waktu kepada pihak kepolisian untuk menesuskan maksud kegiatan kepada Pimpinan Polda Papua dan Pemerintah Indonesia untuk membebaskan dua Wartawan Prancis.

Dalam pembicaraan di depan komplek sekretariat KNPB dan Parlemen, masa aksi tidak lagi diberi kesempatan untuk melakukan aksi karena atribut kegiatan telah di sita.

Dalam kesempatan itu juga, Polisi bersama Pihak Pemda Kaimana ingin melakukan pemeriksaan KTP dengan alasan ingin mengetahui siapa yang bukan orang asli kaimana. Menanggapi hal itu, masa menolak dan meminta kalau untuk mencari waktu tertentu yang dapat digunakan untuk melakukan pemeriksaan penduduk. Dan untuk pemeriksaan KTP, masa meminta agar pemeriksaan itu dilakukan untuk semua Rakyat yang ada dikaimana. Sehingga dengan penuh kekesalan, masa serta KNPB dan PRD melakukan doa di sekretarit. Selepas doa, beberapa penyampaian dikakukan oleh Ketua KNPB Kaimana dan Wakil Ketua Parlemen Daerah Kaimana.

Pada saat masa mendengarkan arahan atau penyampaian dari Ketua KNPB dan Wakil Ketua PRD Kaimana, masa di datangi Ketua Dewan Adat Papua (DAP) Wilayah Kaimana Harun Sabuku dikawal oleh TNI/Polri dengan maksud tertentu. Menyikapi kedatangan Ketua Dewan Adat Kaimana, Masa KNPB, PRD dan Juga Rakyat mengusir ketua Dewan adat Kaimana secara Keras.

Masa mengatakan ini bukan Kantor Dewan Adat, Kami tidak Punya urusan dengan dewan adat, Bapak silakan keluar dari sini (Sekretariat)” ungkap masa dengan kasar mengusir ketua dewan adat sehingga Ketua Dewan adat keluar dari secretariat KNPB & PRD Kaimana. Selanjutnya karena masa tidak mendapat ruang untuk melakukan kegiatan, masa melakukan Doa Bersama di sekretarit dan bubar dengan aman.

Demikian laporan kegiatan Aks Pembebasan Jurnalis yang mendapat hambatan karena penekanan dari pihak TNI/Polri Kaimana.
Kaimana, 13 September 2014
KNPB KAIMANA
BOMBERAI - WEST PAPUA
TTD
K E T U A
RUBEN FURAY


Ones Nesta Suhuniap/Central Board Of The National Committee For West Papua

KNPB WILAYAH MANOKWARI MENGADAKAN AKSI MENUNTUT PEMBEBASAN WARTAWAN PRANCIS .

WEST PAPUA     9:23 PM   No comments




Kegiatan aksi Pada hari senin, 13 Oktober 2004 di Manokwari mulai star dari sekretariat KNPB Mnukwar ,Dengan alamat jalur gaza amban manokwari menuju ke jalan raya utama Amban- Kota Manokwari, Mulai star dari sekretariat KNPB Mnukwar pada Jam.08.30 wp pagi diawali dengan doa disekretariat dan mulai menuju ke Jalan Raya Utama depan Kampus Universitas Negeri Papua (UNIPA) yang merupakan titik kumpul, Tibah di titik kumpul pada jam 09.04 wp
 
Setelah setibah disana orator sedang dalam orisi –orasi politik secara bergantian oleh orator-orator yang ditunjuk sebelumnya, sementara orasi-orasi masa aksi mulai berdatangan sementara dalam masa aksi berkumpul dan sedang orasi datanglah Kepolisian (POLSEK) Amban Manokwari bersama anggotanya pada pada jam 10.12 wp, Kapolsek Amban mengunakan satu Mobil Polisi Datang titik kumpul masa aksi, setelah satu menit kemudian datang lagi tiga anggota polisi mengunakan satu mobil, saat kedatangan KAPOLSEK Amban masa terus orasi-orasi oleh orator KNPB Wilayah Mnukwar, setelah pukul 10.24 wp terjadi negosiasi antara negosiator dari KNPB Yoram Magai dengan Polisi pada prinsipnya kepolisian melarang keras aksi KNPB Wilayah Mnukwar untuk Turun Jalan atau Long Mark pada hari ini senin 13 Oktober 2014,

Setelah Negosiasi Polisi Melarang Long Mark Maka Negosiator Pun Sikap pada prinsipnya tetap turun jalan atau Long Mark akhirnya polisi tersebut mengaku atas perintah atasanya kapolres Manokwari, Melarang aksi Long Mark, Karena alasan Kapolres bahwa sedang ada kegiatan di kota dan banyak aktifitas sehingga mereka mengaku melarang aksi turun jalan, Namun Negosiator (Magai) pun mempertahankan tetap aksi kita hari ini long mark ke titik finis sesuai Surat pemberi Tahuan KNPB Wilayah Mnukwar pada tiga hari sebelumnya, Orator mengatakan mengapa pada saat masukan surat pemberitahuan tidak larang sampai hari kami sudah siap turun jalan lalu datang membatsi aksi kami.


Namun polisi mengatakan ini perintah atasan kapolres manokwari, Jadi Kami (POLISI) mencobah untuk hubunggi kapolres Manokwari agar Kapolres bisa datang untuk menjelaskan maksud larangan aksi KNPB Mnukwar, Tepat pada 11.09 wp datanglah kapolres Manokwari sehingga terjadi Negosiasi dengan Negosiator KNPB Yoram, Negosiasi selama satu Jam dalam Negosiasi tersebut pada intinya aksi KNPB dan PRD Mnukwar hari ini polisi melarang keras untuk Long Mark dengan alasan sama seperti tadi Anggota Polisi di sampaikan, dilarang mengganggu aktifitas kegiatan di kota karena di kota manokwari ada bayak aktifitas yang dijalankan oleh masyarakat, itu merupakan suatu alasan yang tidak tepat namun dengan terpaksa diterimah oleh KNPB dan PRD Wilayah Mnukwar bersama Masa aksi.

Kegiatan aksi di tempat pada Jalan Raya utama amban depan Kampus Universitas Negeri Papua (UNIPA) dalam aksi ini turut ambil bagian juga oleh presiden Mahasiswa dan Wakil Presiden Mahasiswa, mulai kegiatan pada jam 11.34 wp susunan acara di bacakan oleh Marinus Wandikbo salah satu anggota KNPB Mnukwar setelah itu Doa Pembukaan Maupun Firman Tuhan dibawahkan oleh Pdt.Martinus Manggara Sampai akhiri Ibadah pada jam 12.19 wp Manokwari.


Mulai orasi politik pada jam 12.19 wp, orasi dari, Perwakilan Pemuda, Perwakilan Mahasiswa oleh Presiden Mahasiswa Aloysius Siep setelah berakhir dilanjutkan oleh Wakil Presiden Mahasiswa, orasi berikut dari perwakilan Orangtua selanjutnya orasi-orasi politik dari PRD Yaitu dari Sekjend PRD Mnukwar Rafael Natkime dan Ketua I PRD Mnukwar Ruben Bonay, Orasi demi orasi yang disampaikan pada intinya kejahatan Negara NKRI terhadap orang papua di Tanah Papua dan Mendesak Akses Jurnalis ke tanah Papua dan mendesak indonesia menghargai Demokrasi di Tanah West Papua.

Orasi terakhir disampaikan oleh Badan Pengurus Wilah Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Mnukwar, Alexander Nekenem bersama Sekretari Satu Yoram Magai, setelah orasi- orasi politik membacakan stekmen politik.

setelah berakhir dari seluruh Rangkaian kegiatan di tutup dengan doa bersama doa penutup dipinpin Pdt.Manggara.berakhir dari seluruh kegiatan maka membubarkan diri masing-masing. demikian Kronologis aksi KNPB di Manokwari,

Ones Nesta Suhuniap/Central Board Of The National Committee For West Papua
 

comments

Google+ Followers

Translate

Followers

NEWS

Loading...
Loading...
Loading...
Loading...