TERKINI



Translate
English French German Spain Dutch Italian Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese

Advertise Here

PELANGGARAN HAM

AKTIVIS PAPUA

PERJUANGAN AKTIVIS KNPB-PNWP

PERJUANGAN MAHASISWA PAPUA

PERJUANGAN TPN-OPM

Saturday, September 20, 2014

DOA “PAPUA MERDEKA” INDONESIA BANGKRUT

WEST PAPUA     7:19 AM   No comments
"BAGI YANG DI SEPELEHKAN,YANG TERTINDAS, DIBUNUH, DICULIK,DIHINA, DIPERKOSA, DITANGKAP, DAN DIRAMPAS, DITIPU OLEH DUNIA DAN KEKUATAN TANGAN BESI"

Doa orang benar, bilamana doa dengan Penuh kepercayaan dan keyakinan, maka besar kuasanya, berdoa kapanpun dan dimanapun saya dan kawan-kawan berada,  setiap waktu, baik waktu susah, waktu senang, waktu sakit, waktu sehat. Seruan doa yang pernah keluarkan oleh Pendoa-pendoa Papua merdeka  dari Hutan rimbah, sejak tahun 2008, adalah “ Papua Merdeka” Indonesia Bangkrut.

Jadi tanggung jawab setiap Orang Asli Papua wajib Berdoa demi Pembebasan Nasioal, dan demi Patriotisme dan Nasionalisme sebagai Bangsa Papua di haruskan untuk mendoakan Papua untuk bebas dari Penjajahan, Penindasan Rezim Kepala Batu, anti demokrasi ini.

“Diatas batu ini saya meletakkan peradapan orang Papua, sekalipun ada orang yang memiliki kepandaian tinggi, akal budi, dan marifat, tetapi tidak dapat memimpin bangsa ini. Bangsa ini akan bangkit dan memimpin dirinya sendiri” ( Pdt. I. Samuel Kijne. Tentang masa depan rakyat West Papua di Wasior Manokwari, 25 oktober 1925 )

"Allah Nenek moyan Bangsa Papua dan Allah nenek moyang seluruh bangsa-bangsa dibumi

Mohon ampuni kami atas kelalaian kami, atas dosa dan pelanggaran kami sebagai manusia.

Dan kuduskanlah kami dengan darahmu yang khudus"

Kami mengampuni orang yang membunuh kami tetapi kami tidak kompromi dan kami menolak sifat-sifat serahka, tipu muslihat, putar balik kebenaran, Pembunuh, Pemerkosa, penculik hanya untuk mempertahankan ketidak benaran atau tipu muslihat mereka, dan kami menentang watak dan tabiat buruk itu bukan dari mereka, karena apa yang mereka buat mereka sendiri tidak mengerti dan tidak tahu, dan kami tetap memohon kepada Allah bangsa Papua untuk menyadarkan bangsa Melayu Indonesia agar insaf apa yang mereka perbuat atas bangsa Papua.

Kami datang kehadiratmu yang kudus untuk menyatakan isi hati kami secara jujur tetang apa yang kami hadapi, rasakan, dalam jeritan hati kami sebagai manusia yang tidak berdaya, memiliki keterbatasan, kekuatan seperti kekuatan orang yang menindas kami degan kekuatan tangan besi.

Kami percaya degan iman kami bahwa Engkau menyatakan dalam perkataanMu bahwa Engkau selalu berpihak kepada yang lemah, janda, duda, jatim piatu, orang miskin, dan yang tidak berdaya, maka atas dasar pernyataan firmanMu kami yakin dan percaya engkau berperkara atas ketidak benaran di atas Negeri ini, negeri yang pada mulanya engkau ciptakan sebagai bagian untuk umat ciptaMu bangsa Papua memiliki,menempati, mengelolah dan memberkati bangsa lain sesuai degan kehendakMu.

Umat ciptaaMu dibunuh, di culik, ditangkap, diperkosa, dirampas, ditahan, oleh karena membela bagian dari kebenaran atas tanah mereka di bumi Papua ini……Tuhan tolong agar hati yang piluh, merana, sedih hancur, ketika melihat, ayah kita dibunuh, saudara kita ditembak, saudari, mama kita diperkosa, hutan kita dijarah, dibabat habis degan kekuatan tangan besi, Tuhan kami tahu engkau memiliki rencana besar bagi bangsa ini…..

Tuhan Kami tetap berketetapan hati untuk berpihak kepada kebenaran, dan tetap mengimani setiap doa kami didegar oleh engkau dan engkau sedang berperkara di bumi cenderawasih, dan juga kami berterimakasih, dan bersukur jika kekuatan tangan besi turus masih tembak dan membunuh kami, karena oleh kehebatan kekuatan tangan besi mereka, namun Engkau menggunakannya untuk rencanaMu yang tidak pernah dipikirkan oleh manusia apapun di dunia ini.

Dan atas nama Tuhan Yesus Kristus, atas nama semua yang dibunuh mati, karena kebenaran sejarah bangsa Papua, saya menyatakan degan bahasa tanah Papua yang engkau berikan sejak tanah Papua dijadikan; “NOMBO ALIKU WAKAGAGERAK ELALIN EKE AGANDIK AMBI INOM ARET ERIYAK NGGINO YOKIGI WA.WA.WA”.
                                              
                                        =====AMIN=====

LAGU KEBANGSAAN PAPUA BARAT

WEST PAPUA     7:01 AM   No comments

West Papua
"Hai Tanahku Papua" (O My Country, Papua)
Words by: Izaak Samuel Kijne (?)
Music by: Izaak Samuel Kijne
In use: 1961-1963 (regional anthem since 2003)
In 1961 the Netherlands set up a parliament in the colony of Netherlands New Guinea, responsible for preparing the territory for independence by the end of ten years. One thing the council approved was a national anthem to be used, "Hai Tanahku Papua", which had been written by a Dutch missionary back in the 1930s, and the anthem was officially used in the territory until the territory fell under Indonesian government control in 1963. From that time on, the anthem became illegal, however, in 2003 it became the anthem of the Indonesian region.

STRUKUTUR ORGANISASI GERAKAN MERAH PUTIH DI PAPUA

WEST PAPUA     6:57 AM   No comments
STRUKUTUR_ORGANISASI_GMP. GERAKAN MERAH PUTIH 2011





 KOMANDO RESOR MILITER 171/PRAJA VIRA TAMA
KOMANDO DISTRIK MILITER 1703/MANOKWARI
BADAN PENGURUS GERAKAN MERAH PUTIH
KABUPUTEN  MANOKWARI PERIODE 2007 - 2012
PROVINSI PAPUA BARAT
DI MANOKWARI
Berdasarkan rapat pengurus pada hari senin tanggal 8 Oktober 2007 yang diikuti oleh badan pengurus Gerakan Merah Putih maka diputuskan beberapa hal sebagai berikut :

LAPORAN KONFLIK KEKERASAN DI TANAH PAPUA

WEST PAPUA     6:47 AM   No comments
LAPORAN KONFLIK KEKERASAN DI TANAH PAPUA
SELAMA PEMILIHAN UMUM LEGISLATIF DAN PILPRES (APRIL, MEI, JUNI, JULI 2009)
O
L
E
H
MARKUS HALUK
(TIM KERJA KONSENSUS NASIONAL BANGSA PAPUA) 
Jayapura, 31 Juli 2009 
P E N G A N T A R
Para Pecinta dan Pejuang Keadilan Bangsa Papua yang saya hormati, pada kesempatan ini Tim Kerja Konsensus Nasional Papua hendak menyampaikan laporan kekerasan yang telah terjadi di tanah Papua selama proses Pemilihan Umum (Pemuli) legislative pada tanggal 9 April sampai dengan Pemilihan Presiden (Pilpres) pada tanggal 8 Juli 2009. Sesuai dengan pengamatan dan catatan kami selama ini maka aksi kekerasan maupun bencana kecelakaan pesawat dalam empat bulan

REFERENDUM SOLUSI FINAL UNTUK MENENTUKAN NASIB BAGI RAKYAT PAPUA BARAT

WEST PAPUA     6:32 AM   1 comment

Referendum! Apa itu….? 
Banyak masyarakat awam tidak mengetahui dengan pasti arti kata Referendum tersebut. Definisi referendum adalah pelaksanaan pemungutan suara bagi suatu komunitas masyarakat di suatu daerah (dalam satu negara) Kata Referendum atau Plebisit berasal dari bahasa Latin yaitu plebiscita yang berarti pemilihan langsung, dimana pemilih diberi kesempatan untuk memilih atau menolak suatu tawaran/usulan. Di Indonesia sering disebut Jajak Pendapat sedangkan di Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) disebut Penentuan Nasib Sendiri (Self Determination).

FOTO-FOTO KORBAN KEKERASAN MILITER DI PAPUA TERHADAP RAKYAT SIPIL

WEST PAPUA     6:12 AM   9 comments



FOTO-FOTO KORBAN KEKERASAN MILITER DI PAPUA  TERHADAP RAKYAT SIPIL

Referendum di Skotlandia, Selanjutnya West Papua?

WEST PAPUA     2:08 AM   No comments

Tanggal 18 September 2014, referendum bagi Skotlandia akan berlangsung. Rakyat Skotlandia secara damai akan menentukan apakah tetap bergabung dengan Inggris atau memisahkan diri (merdeka) sebagai sebuah negara.

Sejak Indonesia anekasi West Papua tahun 1962, dan merampas hak penentuan nasib sendiri melalui Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera) tahun 1969, bangsa Papua di teritori West Papua terus menerus menuntut Indonesia agar menyelesaikan persoalan West Papua melalui referendum yang fair, damai dan final.
Mekanisme referendum adalah satu-satunya cara universal yang diakui dan dipakai dalam praktek penentuan nasib sendiri bagi suatu wilayah konflik.
Pemerintah Indonesia, dan berbagai kelompok ultra-nasionalis di Indonesia masih beranggapan bahwa tuntutan referendum adalah separatisme.
Mereka menolak referendum sebagai cara damai dan bermarbat yang harusnya diakui sebagai opsi tengah dari sebuah konflik.
Indonesia barangkali lebih menginginkan orang Papua di atas teritori West Papua terus berdarah atas sebuah tuntutan damai yang ditawarkan.
Referendum di Skotlandia adalah contoh penyelesaian damai yang disepakati dan diakui oleh Pemerintah dan Parlemen Skotlandia.
Sejak Perang Dunia II usai, Inggris sebagai negara kolonial tertua sudah banyak mempraktekkan cara penyelesaian damai di berbagai wilayah jajahannya.
Indonesia sebagai negara kolonial bagi West Papua, sudah semestinya menanggapi tuntutan referendum yang ditawarkan oleh rakyat Papua dengan cara-cara yang damai pula.
Tidak seperti pelaksanaan referendum yang berdarah di Timor Timur (Timor Leste), tidak seperti pelaksanaan Pepera 1969 di Papua yang penuh dengan pemaksaan dan rekayasa dibawah todongan senjara militer Indonesia.
Lord Avebury, anggota Parlemen Tinggi Inggris dalam debat di Parlemen Tinggi Inggris pada tanggal 24 Juli 2014 lalu telah mengajak Indonesia untuk belajar bagaimana Inggris mengadakan referendum di Skotlandia.
“Saya berharap Perdana Menteri mengundang Presiden SBY untuk mengunjungi Inggris pada bulan September tahun depan, sehingga ia dapat melihat bagaimana kita berurusan dengan tuntutan penentuan nasib sendiri di negeri ini,” kata Lord Avebury.
Hak penentuan nasib sendiri (the right of self-determination) diakui PBB dan anggota PBB, termasuk Indonesia harus tunduk dan menghargainya sebagai kewajiban hukum dalam menanggapi tuntutan referendum di West Papua.
Indonesia tidak harus menggunakan alasan integritas teritorial dalam menolak referendum di Crimea-Ukraina, Kosovo, dan kini Skotlandia sebagai alasan untuk menutupi tuntutan referendum di West Papua.
Sebab, referendum sudah menjadi kebiasaan yang relevan bagi penyelesaian konflik-konflik di dunia. Bila 5,3 juta jiwa penduduk Skotlandia akan memilih secara terbuka dengan mekanisme one man one vote, Indonesia seharusnya malu karena pada Pepera tahun 1969, dari 800.000 jumlah penduduk Papua saat itu, hanya 1.025 orang saja yang dipaksa oleh militer Indonesia untuk memilih bergabung dengan Indonesia.
Sangat salah bila Pemerintah Indonesia masih menolak referendum West Papua dengan alasan integritas teritori Indonesia. Teritori yang mana, dan integritas yang mana?
Sebab, Orang Papua, sebelum Indonesia datang menjajahnya, sudah hidup di atas integritas teritorinya sendiri tanpa Indonesia. Orang Papua menuntut Indonesia kembalikan integritasnya sebagai bangsa Papua, di teritori West Papua yang berhak menentukan nasibnya sendiri.
Perjuangan bangsa Papua untuk merdeka sendiri sudah ada sebelum Indonesia menginjakkan kakinya di atas tanah Papua. Itu adalah tindakan aneksasi (pencurian) hak milik teritori bangsa lain, yaitu bangsa Papua.
Tetapi, sekali lagi, karena Indonesia sudah rekayasa hak penentuan nasib sendiri melalui Pepera 1969, maka bangsa Papua menuntut segera melakukan referendum bagi bangsa Papua yang damai, fair dan final, sama seperti referendum di Skotlandia.
Itulah solusi tengah untuk menghindari korban berdarah yang terus menerus terjadi di atas tanah Papua. Referendum di Skotlandia menjadi pelajaran bagi West Papua, terutama Pemerintah Indonesia untuk segera mengambil praktek penentuan nasib sendiri melalui jalur referendum.
Indonesia dan aparatur negaranya di Papua segera berhenti dalam sandiwara Otsus Plus, Pemekaran, dan sebagainya, karena praksis tidak menyelesaikan persoalan dasar bangsa Papua, yakni hak penentuan nasib sendiri yang belum final.
Indonesia dan West Papua harus mengambil langkah penyelesaian melalui proses hukum dan politik. Proses hukum yakni menyelesaikan hukum tentang aneksasi hingga Pepera 1969 yang jelas-jelas melanggar hukum dan prinsip-prinsip Internasional.
Cara-cara politik dalam penyelesaian West Papua harus mengikuti proses Skotlandia, dimana adanya kemauan politik antara Parlemen Skotlandia dan Pemerintah Inggris.
Di West Papua, orang Papua telah memiliki Parlemen Rakyat sendiri, yakni Parlemen Nasional West Papua (PNWP) sebagai badan Politik perjuangan bangsa Papua. PNWP terdiri dari Parlemen-Parlemen Rakyat Daerah (PRD) di seluruh wilayah West Papua.
PNWP harus melakuan komunikasi politik dengan Pemerintah Indonesia dalam membicarakan tata cara penyelenggaraan hak penentuan nasib sendiri melalui referendum.

GENOSIDA MANUSIA PRIBUMI PAPUA DI KOTA NABIRE DENGAN SISTEMATIS MEMBARA

WEST PAPUA     2:00 AM   No comments

 
Kota nabire salah satu kabupaten di papua barat di negara kolonial negara Indonesia, situasi memakan manusia papua secara sistematik begitu mencekam genosida. Situasi kota nabire dalam trauma genosida atas selalu terjadi, pada masyarakat  pribumi papua di kota Nabire selalu terkesan dengan kejadian-kejadian kota nabire begitu halus memakan melalui berbagai lantaran-lantarannya.

Pemerintah Kabupaten Nabire pun Buta kebijakan diantara situasi yang begitu mencekam di bawah tekanan Genosida. Yang di permainkan oleh kaki tangan Negara colonial Indonesia Polisi,  Brimob, tentara, Intel, Bin, Bais,  Premania dan bariasan Merah Putih. Persoalan sangat berat Kebijakan Pemerintah begitu membiarkan terkait mengamankan situasi sedang memakan manusia papua secara halus lantarannya.

Selama tahun 2014 sedang berjalan, Genosida kota nabire sangat kisah parah melalui lantaran-lantarannya di lakukan oleh kaki tangan Merah Putih, Polisih, Brimop, Tentara, Bin, Bais, dan Premania; yaitu :
  1. Genosida melalui Tabrak Mobil dan Motor di beberapa titik di kota nabire sangat rawan, dengan sistematis Mencuri arah jalan kiri dan kanan dibuat  sengaja, sampai nyawa mati tempat.
  2. Genosida melalui Penculikan sangat rawan beberapa titik di kota nabire di lakukan oleh Tim-Tim kaki tangan, Intel, Bin, Bais, Preman dan Barisan Merah Putih. Dengan memakai mobil operasional kaca gelap secara sistematis.
  3. Genosida melalui Pengobatan di rumah sakit Sriwini sangat memakan manusia, sebagai bagian dari saham utama membunuh manusia sistematik di permainkan oleh Intel, Bin, Bais, dan barisan merah putih. Bekerja sama dengan Direktur rumah sakit tanpa kebijakan apapun untuk selamatkan manusia.
  4. Genosida melalui Minuman Keras di dagangkan oleh Polisi, Brimob, Bin, Bais, Intel di titipkan kios-kios pendatang  bercap “Khusus Papua” di campuri dengan obat kimia “air getir dan air tuba” berfungsi bisa membunuh diri dengan tidak sadar.
  5. Dan lain-lain
Memang kota nabire papua barat di bawah garis merah Genosida manusia pribumi papua barat melalui berbagai lantaran-lantarannya, di bawah senjatai oleh Polisi, Brimob dan tentara misi di tembak tanpa masalah proses hukum.  

Mengamankan dan meredakan situasi genosida di kota nabire, dimana pemerintaha bupati kabupaten nabire,  Polresta, Danlamir, semua adalah pasilitator semua kejadian situasi nabire dengan kaki tangan sistematis.

Pasang strategis Semua Lini keterlibatan oleh Polisi, Brimob, Intel, Bin, Bais, Tentara, Premania, dan Barisan Merah Putih merek di libatkan berbagai tempat sebagai berikut :
  1. Menjadi Sopir-sopir mobil angkutan penumpang,
  2. Menjadi Sopir-sopir trek usaha PT, CV, UD,
  3. Menjadi Pangkalan Ojek-ojek di pelosok nabire;
  4. Menjadi pangkalan proyektor di pelosok kata nabire;
Semua lini telah di libatkan dengan tidak sadar merasa aturan-aturan negara Indonesia telah melanggar oleh Militer negara indonesi sendiri. Menjadi negara pembuatan Buronan Militer negara menjadi buronan diri sendiri.

Namun Kota nabire perlu di  bicarakan mengenai kebijakan rambu-rambu kewaspadaan  sebab dalam tahun 2014 berjalan sangat parah yang di lakukan dan di jalankannya oleh Militer kaki tangan negara colonial negara Indonesia di nabire tanah.

Bupati Kabupaten Nabire Mekanismenya di bayar dengan Uang tutup mulut di bawah tekanan todong senjata oleh Polresta, Danlamir, Militer jajarannya. Pimpinan Semua jadi pasilitator bagian dari genosida, aturan Daerah Kabupaten nabire siapa yang atur dan amankan………..???

Maka berdasarkan situasi pemerintah kabupaten Nabire dengan jajarannya  perlu punya kebijakan terkhusus untuk mengamankan situasi memakan manusia dengan Genosidarakyat pribumi.

Pantau Situasi Kota nabire Rakyat Pribumi Ppaua di bawah tekanan Genosida sangat berat, maka Rakyat pribumi Kota nabire di pertanyakan kepada :
  1. Siapa Mereka POLISI, dengan tugasnya……???
  2. Siapa Mereka BRIMOB, dengan tugasnya….???
  3. Siapa Mereka Intelijen, dengan Tugasnya…..???
  4. Siapa Mereka INTEL, BAIS dengan tugasnya….???
  5. Siapa Mereka BARISAN MERAH PUTI dengan tugasnya…..???
  6. Siapa Mereka PREMANIA dengan tugasnya…….???
  7. Siapa Mereka TENTARA dengan tugasnya…….???
Mereka adalah Koki kaki tangan Negara colonial negara Indonesia sedang pasang strategi yang pernah sedang membunuh manusia pribumi papua barat sebagai pelaku diatas tanah papua.

Maka Rakyat Pribumi kota nabire papua barat  membuka mata dan waspada situasi memakan genosida di lakukan pasilitasi oleh negara penjajahan negara colonial indonesia)*

Amoyepai Papuans)* ……Pantau Situasi Membara di Kota Nabire……

KESAKSIAN TNI, BAHWA KEKERASAN KEKACAUAN PAPUA OTAK DIBALI MILITER INDONESIA

WEST PAPUA     1:26 AM   No comments
Kesaksian salah satu Anggota TNI Yang betugas di kodam 17, Cenderawasih Papua,berpangkat,(SERTU), Nama di Rahasiakan karena, dia bapaknya teman Baik saya, kebetulan beragama kristen, di menceritakan semuanya itu, sambil kita makan Bersama, diruang makan dirumah.( kebetulan saya dengan teman sedang bermain dirumahnya)
Kami sebagai umat kristen sangat, menyesal dan terganggu, bikah ada kekacauan di papua. karena yang bermain dibalik kekacauan itu semuanya dari atasan kami, yang bertugas di kodam XII Cenderawasih, maupun di Pusat.
Kami sebagai anak Buah, selalu berdoa supaya Papua, Cepat Merdeka, supaya Kita Pulang Kampung, aman, setiap anggota TNI kalau di tugaskan di Papua pasti selalu pikir 2 kali, baru mereka datang, Karena.
1. Masyarakat Papua Sangat tidak suka kalau orang yang berseragam TNI, kita bersusaha untuk mendekati mereka secara Damai, sangat sulit, kecuali dengan ancaman, pemanggilan Paksa, dll.

2. Di Papua ada banyak Malaria, kalau bertugas di daerah pedesaan, pasti hampir 70 % semua prajurit sakit Malaria, ada yang langsung meninggal dunia, di Papua ada juga karena di papua tidak tertolong lalu kirim ke daerahnya, baru meninggal, tapi ada juga yang tertolong setelelah berobat secara intensif.
3.sebenarnya Kami 100% mengetahui Bahwa semua orang Papua itu Mau merdeka, entah itu pejabat sipil, Militer. kami telah mengakui bahwa bisa umunkan OPM adalah sebuah nama organisasi, tapi kami tidak Mengakui OPM di publik karena, kami sebagai pelindung negara, sehingga hanya bisa mengumumkan bahwa mereka itu, KSB,dll.
4.Kita Mati banyak dalam pertempuran antara TNI dan OPM,karena kami belum kuasai medan sementara mereka sudah sangat kuasai medan sehingga, kami selalu Mati konyol, Kalau kami pergi berpatroli, buli badan kami selalu merinding dan takut,nanti sampai di kota baru baru merah legah.

5. kami sangat sulit untuk mendeteksi, yang Mana OPM dan yang mana Masyarakat Biasa, karena mereka semuanya sama, sehingga kalau ada anggota kami yang di tembak Mati maka sasaran kami selalu pada orang Papua, Yang penting mereka itu rambut keriting dan Kulit Hitam, enta dia itu masyarakat biasa atau OPM diurus dari belakang.
6. kami sebagai anggota TNI AD selalu Bahwa Papua Cepat Merdeka,supaya Kita bisa pulang.

Sumber: Nesta Ones/Fb




TENTARA INDONESIA, MENEMBAK MATI WARGA SIPIL DI NABIRE

WEST PAPUA     1:07 AM   No comments
Warga sipil atas Nama Jhon Agapa, ditembak di bagian Perut oleh Militer Indonesia Kopassus, pada 19  september 2014

NABIRE--- Anggota Tentara Negara Republik Indonesia (TNI) satuan  Komando Pasukan Khusus (Kopasus) yang bertugas di Nabire kembali menembak mati warga sipil atas nama Jhon Agapa, kejadian tersebut terjadi pada 19 september kemarin, hingga saat ini Jenasah masih  di RSUD ruang mayat, hal ini dikabarkan oleh aktivis kemanusian dan Aktivis KNPB Crew wilayah Nabire.

Jhon Agapa ditembak mati di daerah kilo meter 74 jalan raya Nabire ke Paniai, tanpa alasan yang jelas langsung anggota militer melakukan penembakan kepada korban.

Sehingga, korban mengalami peluru menembus dari rusuk belakan kanan menembus kedepan, bagian depan bawah hingga usus keluar. korban di bawah ke rumah sakit nabire untuk otopsi.

Selanjutnya, menengai kronologis Tempat kejadian Perkara hingga sampai detik ini belum ada, jika ada kami akan kabarkan.

Dan sumber lain juga dikabarkan bahwa, "Mereka tembak kami pakai senjata besar yang bisa lipat itu. Satu orang pakai baju putih dan satu orang baju hitam. Tidak tahu tentara atau polisi karena mereka tiba-tiba dari belakang antrean mobil, kayaknya dari mobil belakang," tutur Natalis Tigi. dilansir majalahselangkah.com

Natalis bersaksi, "Senjata pertama tembak saya. Tapi, saya lari masuk ke kali dan peluru kikis saya punya rambut. Kalau saya tidak tunduk, pasti saya duluan mati kepala tembus. Dia (Videlis Agapa) di belakang dan kena peluru dari tulang belakang tembus di perut dan dia mati."

Lebih lanjut ia berkisah, "Itu jalan di atas jadi, kami lari ke bawah, ke kali. Mereka dua posisi di atas. Dari atas tembak ke bawah di bawah jembatan. Untuk kami yang lain lari sembunyi. Itu kami tidak lawan apa-apa, mereka langsung main tembak."

Petrus Dogomo, Natalis Tigi, dan Sariawagi mengatakan, mereka ditembaki sekitar 6 kali. "Ada banyak kali tembakan, kira-kira enam kali begitu. Kami takut dan lari ke kali, jadi tidak hafal berapa kali tembakan. Setelah melakukan tembakan, mereka kembali," kata Petrus Dogomo.

Sumber lain, warga di KM 74 mengatakan, di wilayah itu tidak ada orang lain. "Di sana itu tidak ada orang lain yang punya senjata. Yang ada senjata itu ya, kita tahu semua to, TNI yang jaga perusahaan milik Dewa Krisna dan pos Tentara Nasional Indonesia (TNI) dari Batalyon 753 di KM 100," kata sumber itu. 

Kepada sejumlah personil TNI yang datang ke RSUD, aktivis Hak Asasi Manusia Papua wilayah Meepago, Yones Douw secara spontan mengatakan, "Ini bagaimana pak. Palang jalan saja ditembak mati begini. Biasanya ada peringatan satu, dua dan tiga. Mereka ini bukan binatang, ini manusia pak." 

Siang tadi, mayat Videlis (Jhon) Agapa yang telah disemayamkan di RSUD Nabire sejak kemarin itu telah dimandikan dan dimasukan ke dalam peti mayat. Keluarga telah membawa pulang mayat ke rumah duka di kelurahan Siriwini Nabire.

Mengapa Videlis (Jhon) Agapa Ditembak Mati?

Natalis Tigi menjelaskan, pagi harinya, Kamis (18/09/14) sekitar Pukul 05:00 waktu setempat, sebuah mobil yang melaju di komplek pemukiman KM 74 menabrak seekor babi milik korban, Videlis (Jhon) Agapa dan babi itu mati. 

"Kami ini sudah lama tinggal di sini (KM 74: red). Kami punya rumah, kebun, ternak babi semua ada di sini," kata Petrus Dogomo.

Dijelaskan Petrus, korban (Videlis Agapa) bersama sejumlah pemuda, Natalis Tigi dan Sariawagi tidak terima dengan kejadian ini. Apalagi ternak babi bagi orang Mee adalah ternak berharga dan bernilai tinggi. 

Dijelaskan, pihaknya sepakat untuk memalang jalan utama di KM 74 dan meminta uang suka rela kepada para sopir yang melintas di jalan itu untuk ganti rugi.  

"Kami hanya minta suka rela saja. Orang lain, tabrak anjing saja palang dan minta bayar besar. Ini tabrak babi, kami hanya minta suka rela," kata dia.

Kata dia, pagi harinya mobil dari arah Nabire ke pedalaman lewat banyak. Begitu pula sebaliknya dari arah pedalaman. Tetapi, kata dia, mulai agak siang, dari arah pedalaman ke kota mulai berkurang. 

"Pas jam 3 (Pukul 15 waktu setempat), banyak mobil datang dan antre panjang ke belakang. Saat itu, tiba-tiba dari belakang antrean panjang itu dua orang datang bawa senjata dan tembak kami," kata dia. 

Videlis (Jhon) Agapa (36) tewas ditempat dan meninggalkan 3 istri tercintanya, Petronela Dumupa, Nella Giay, dan Rokesia Goo. 

Kapolres Nabire Akui Videlis (Jhon) Ditembak 

Kapolres Nabire, AKBP Tagor Hutape ketika dikonfirmasi majalahselangkah.commelalui telepon selulernya siang ini, membenarkan kejadian ini. 

"Kemarin, kami ke atas pak. Saya, Pak Dandim, dan Danyon. Sekitar jam 10 ada palang. Pas sekitar jam 12 siang ada dua orang, satu pakaian putih dan satu pakaian hitam, turun dari mobil dan lakukan penembakan itu," tutur Kapolres. 

Lebih lanjut kata AKBP Tagor Hutape, "Mereka dua (Pelaku) kembali ke arah pedalaman. Satu jam kemudian ada laporan bahwa ada yang meninggal di tempat kejadian. Tadi malam kami bawa ke RSUD Nabire dan sudah otopsi sudah pasti luka tembakan itu," kata dia. 

"Yang jelas itu luka tembakan itu pak," katanya. 

AKBP Tagor Hutape mengatakan, pihaknya sedang mendalami pelaku penembakan. 

Kapolda, Pangdam, Komnas HAM Diminta Ungkap Pelakunya

Willem Agapa, keluarga korban, mendesak Pangdam Cenderawasih, Kepolda Papua, dan Komnas HAM RI untuk segera mengungkap kedua pelaku penembaan ini. 

"Kami mau pelakunya harus diungkap ke publik. Kami mau keadilan karena orang palang saja ditembak. Ini di luar batas kemanusiaan," kata Willem yang juga anggota DPRD Kabupaten Nabire. 

Istri pertamanya, Petronela Dumupa, dengan air mata berlinang meminta penembak suaminya ditangkap dan diberikan hukuman sesuai perbuatannya.

"Kami tidak pukul atau bunuh orang. Kami punya babi ditabrak, jadi kami palang untuk minta sumbangan suka rela dari mobil yang lewat untuk ganti rugi. Tapi, mereka langsung tembak suami saya dan mati. Saya mau orang bunuh ini ditangkap, saya mau lihat dia dan dia punya istri dan anak-anak," kata Petronela Dumupa dengan meneteskan air mata. (Yermias Degei/MS)(UN/Admin)

Wednesday, September 17, 2014

DI BALIK MINUMAN KERAS ADA GENOSIDA BUNUH DIRI

WEST PAPUA     12:27 AM   No comments
STOP MABUK : Di balik minuman keras ada Genosida siap bunuh diri dengan terdorongnya kimia campuri dengan minuman keras. Buatan Indonesia tertulis “Khusus Papua”, adalah salah satu bagian dari Pembunuhan secara tidak sadar mengkaji alasan “dia mabuk”.

inya Bisa makan daging dan darah sendiri, bisa bunuh anak atau istri atau orang tua sendiri, keluarga dan tetangga semua orang papua.

Akibatnya; Menghancurkan tata kehidupan manusia yang sebenarnya.  Membelokkan pikiran memihakkan mereka, Berbeda dengan minuman keras biasa.

Sebuah penelitian Rahasiakan dalam tata cara pembuatan Minuman keras, menyatakan bahwa kimia yang campur dengan minuman keras selalu rahasia. Di tempat pembuatan minuman keras biasa saja tetapi adanya campur dengan kimia sangat membahayakan. Maka perlu waspada dengan minuman keras. Nyata Buktinya Selalu terjadi dalam keluarga maupun siapapun di sekitarnya.

Saya usulkan tolong waspada minuman keras bercap “khusus Papua” di dagangkan oleh pendatang  Ras melayu di luar dari Papua.


Peduli, Suara keselamatan manusia dan bangsa di masa depan ……….. Oleh Amoyepai)*


2 ANGGOTA AKTIVIS KNPB NABIRE DI SAMBAR OTK

WEST PAPUA     12:10 AM   No comments
Dua anggota Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Wilaya Nabire, Atas nama Fince Gobai dan Yonas Kayame sengaja disambar oleh Orang tidak dikenal/Orang Terlati Khusus (OTK) pada jam 09;24 wpb dekat jalan raya auri Nabire.

Sambaran yang dilakukan oleh OTK tersebut, mencurigakan bahwa yang Menyenggol/menyambar  kedua Aktivis KNPB “Aktivis Papua Merdeka” adalah murni militer Indonesia yang dikirim dari Jakarta Oleh Penjajah Indonesia atas nama Negara penjajah Indonesia untuk membunuh dan memusnakan rakyat Papua barat, di tanah Papua Barat, sesuai misi bangsa penjajah.


Sesuai dengan informasi yang disebarkan beberapa bulan yang lalu oleh kelompok yang tidak bertanggung jawab diatas tanah papua barat. Bahwa/bunyi sms yang tersebar adalah: “Prabowo mengirim pasukannya yakni Bromop dalam jumlah bersaran ke seluru tanah papua untuk membunuh dan memusnakan orang asli papua diatas tanah papua barat, maka orang papua berhati-hati keluar pada malam hari” begitu bunyi sms yang di sebarkan lewat Hemphone.

Sambaran yang dilakukan oleh Orang terlati Khusus terhadap dua aktivis KNPB adalah murni dilakukan oleh Militer Indonesia. Sesuai misi bangsa penjajah Indonesia diatas tanah papua barat.

Kronologi;

Dua anggota KNPB Wilaya Nabire atas nama Fince Gobai “Perempuan” dan Yonas Kayame “Laki-laki” hendak pulang dari SP3 setelah mengikuti duka keluarga pada jam 06;00 wpb.

Setelah kedua Aktivis tiba Auri pada jam 09;24 wpb keduanya di sambar oleh mobil Hailuz  yang tidak di ketahui dsnya dari belakan kedua korban. Setelah menyambar dari belakan mobil tersebut melaju dan hilang.

Setelah mobil itu menyambar dari belakan, dari arah depan motor yang tidak menggunakan No SD menabark Yonas Kayame yang sudah terjatu hingga menglawami luka-luka, dan sementara dilarikan ke rumah sakit Umum Sriwini Nabire.

Kejadian tersebut Membuat kedua aktivis mengalami;, Fince Gobai Aktivis KNPB Wilaya Nabire mengalami luka ringan pada tangan kanan dan kaki kanang. Sedangkan Yonas Kayame menglami Luka pada Kepala, Bibir, tangan, dada, dan kaki kiri. Yonas Sempat tidak terbangun menglami krisis dan sementara ada di rumah sakit umun Sriwini nabire. (dego)

ini fotonya.






Monday, September 15, 2014

SERI BUKU REVOLUSI : Symbol of Struggle by Che Guevara

WEST PAPUA     12:27 AM   No comments

Sinopsis Symbol of Struggle (Simbol Perjuangan) by Che Guevara

 Ernesto Guevara terlahir sebagai anak Argentina, namun rela berjuang dan mengorbankan seluruh hidupnya dalam perjuangan di beberapa negara bagian Amerika Latin hingga sisa hidupnya. Di seluruh dunia ia hanya dikenal sebagai 'Che'. Dia diberi julukan ini dengan teman-teman dan kawan-kawan dalam perjuangan ketika ia berada di Meksiko selama tahun 1950-an. Che adalah manusia yang mengabdi pada kemanusiaan sehingga suara perih kaum tertindas selalu meraung-raung dan memanggil hatinya untuk bertindak, di mana pun penindasan itu berada.

Che Guevara sebagai pejuang revolusioner di Kuba, memberikan ide-idenya tentang gerilyaisme dan menerapkan sikap Marxis dalam kehidupannya. Che menjadi inspirasi bagi kalangan revolusioner diusia dua puluhan karena gaya kepemimpinannya. Sebagai pemberontak melawan neo-liberalisme dan kapitalisme, sosok Che Guevara telah mendapatkan popularitas baru sebagai simbol perjuangan melawan imperialisme dan kapitalisme dan alternatif sosialis di seluruh Amerika Latin.

Sejarah tidak pernah terulang dengan cara yang persis sama. Namun, ada pelajaran penting dari perjuangan sebelumnya dan revolusi yang harus dipersiapkan oleh mereka yang berjuang untuk sosialisme. Hal ini menjadi alasan ini bahwa artikel ini diterbitkan. Revolusi Kuba, khususnya kontribusi yang dilakukan oleh Che Guevara, memiliki banyak pelajaran untuk perjuangan melawan eksploitasi yang berlangsung sampai saat ini, terutama di Amerika Latin, Afrika, Asia dan Timur Tengah. Pamflet ini dimaksudkan sebagai kontribusi untuk membantu dalam perjuangan itu.


(file dalam bentuk archive)
-Download dan Simpan File
-Extract file ke folder yang diinginkan
-Open Symbol of Struggle (Simbol Perjuangan)

Salam revolusi !!! wa wa wa…

Tuhan bersama Papua Merdeka

Sunday, September 14, 2014

Polda Papua Diminta Hapus Anggota KNPB yang Jadi DPO

WEST PAPUA     12:30 PM   No comments

Jayapura-- Kepolisian Daerah (Polda) Papua dan jajaran Polres di Kabupaten-Kota menetapkan sebanyak54 orang dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Mereka ditetapkan sebagai DPO terkait penembakan, perampasan senjata api, dan pembakaran Polsek serta pembunuhan selama 2010-2013 di Papua.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Papua, Komisaris Besar Polisi Sulistyo Pudjo Hartono, Jumat (05/09/14) lalu mengatakan, 54 DPO ini terlibat dalam kasus yang menonjol selama tahun 2010-2013.

Dalam Jumpa Pers yang digelar siang tadi, Rabu, (10/09/14) di Kantor Elsham Papua, Jayapura, Papua, Pengurus Pusat Komite Nasional Papua Barat (KNPB) meminta Polda Papua hapus nama Simeon Dabi dari DPO.

Ketua Umum KNPB, Victor Yeimo mengatakan, Simeon Dabi adalah Ketua KNPB Wilayah Baliem (Wamena). Ia dijadikan sebagai DPO bersama 53 anggota TPN/OPM yang dirilis Polda Papua tanggal 5 September 2014 lalu.

"Pengurus Pusat KNPB telah menyelidiki bahwa yang bersangkutan tidak pernah ikut merencanakan maupun melakukan tindakan pidanan seperti yang dituduhkan. Terkait dengan Boikot Pilpres 2014, Simeon Dabi, Ketua KNPB Wamena telah berulang kali menyerukan rakyat agar tidak melakukan boikot dengan kekerasan. Dia juga telah bertemu dengan TPN/OPM wilyah setempat agar menghentikan rencana kekerasan," tutur Victor.

"Untuk itu, kami mendesak agar Polda Papua tidak semena-mena menetapkan anggota KNPB sebagai DPO," ujarnya.

Oleh Polres Jayawijaya, Simeon Dabi bersama 7 orang ditetapkan dalam DPO karena dinilai melanggar pasal 187, 340 dan 365 KUHP Undang-Undang Nomor 12 tahun 1951 tentang pembunuhan dan perampasan senjata serta pelaku pembunuhan dan pembunuhan berencana. (Hendrikus Yeimo/MS)


Sumber : www.majalahselangkah.com

Political statement by the National Parliament of West Papua

WEST PAPUA     12:19 PM   No comments


Political statement by the National Parliament of West Papua

Guided by the UN General Assembly of the United Nations resolution 1514 members and the UN have recognized the Granting of Independence to the people and the colonies. 

Guided by the Government of the Kingdom of the Netherlands in 1960 has demonstrated its commitment to give Independence for West Papua region. 

Asserted that the agreement signed by the Kingdom of the Netherlands and the Indonesian government known as the New York August 15, 1962 guarantees the exercise of the right of self-determination of the people of West Papua in a fair and dignified 

Confirms that the implementation of Plebiscite or Free Choice Act Of 1969 was illegal and fraudulent, enforcement under threat of violence or death, not democratic, and not carried out under international guidelines and international practice. 

That confirms that the United Nations had been negligent and failed to respect, promote and fulfill the exercise of the right of self-determination of the people of West Papua in the implementation of the New York Agreement of 1962. 

Asserted that the people of West Papua has the right to self-determination, because this right has not been implemented for the people of West Papua in a fair and dignified in accordance with the principles of international law, standards of Human Rights and the UN Charter. 

Asserted that the occupation of the State of Indonesia in West Papua region is as State colonizers and that West Papua has been colonized for 51 years with brutality and no thought for human dignity. 

So with this stating that; 

1. We the People of West Papua has the right to self-determination in a fair and dignified in accordance with the principles of international law, standards of human rights and the UN Charter. 

2. We the People of West Papua had the right to boycott the Indonesian Presidential election as a referendum and choose West Papua solution for problems in a fair and dignified manner.

3. Deliver thank you to the people of West Papua who have shown their political attitude and commitment to continue to fight for the right of self-determination by boycotting the election of the President of Indonesia in West Papua. 

4. Actions of the Boycott showed 50% of people of West Papua are not voted in the election for the President of Indonesia. 50% of the pro-Indonesian presidential election consists of 20% indigenous people of West Papua who are employees of the government of Indonesia in West Papua and 30% the rest are Indonesian or Indonesian migrants in West Papua. From the calculation of this figure directing that 80% of the people of West Papua boycotted the election and chose Referendum as the most peaceful and best solution for West Papua to resolve the issue in a fair and dignified manner. 

5. We like to thank the National Committee of West Papua (KNPB) in which the struggle of the people of West Papua IS mediated peacefully as executor in a peaceful rally to boycott election of the President of Indonesia in West Papua. 

6. We like to thank the Regional Parliament (PRD) as political representative of the container area as the responsible political struggle of the people of West Papua in a peaceful way on the Indonesian Presidential Election Boycott action in West Papua 

7. We express gratitude to the Free West Papua Campaign as container for the international struggle for West Papua which has been campaigning, in an international lobby to increase international attention to West Papua and in charge of the action Boycott Presidential election of Indonesia at the International level. 

8. We express gratitude to military struggle that has been supporting West Papua Boycott Indonesian presidential election, so that political action to Boycott has increased sharply. 

9. We also like to thank the international community has shared with us in action boycott Indonesian Presidential election. 

10. The People of West Papua action boycotted the Indonesian presidential elections peacefully, but the Indonesian military and police continue to make threats, intimidation, terror, and arrest the activists from the Free Papua KNPB. All rights to the people of West Papua to claim our freedom in peace and dignity. 

Port Numbay, Jayapura, West Papua. July 10, 2014

HEAD: BUCHTAR TABUNI 
ATTORNEY GENERAL: Judah SORONTOW 
ATTORNEY GENERAL: HARRY RONSUMBRE 
ATTORNEY GENERAL: Ps. James IMBIR, S.Th 
ATTORNEY GENERAL: Romario YATIPAI 
ATTORNEY GENERAL: PETER TINIAP KATEM 
ATTORNEY GENERAL: PAUL Loho 
ATTORNEY GENERAL: Abel NAWIPA 

Participating; 

1. Pdt. Yakson Marisan, Head of Biak District People's Parliament 
2. Fredrik Rumander, Chief District People's Parliament Mnukwar 
3. Julius Wondiwoy, Chief Prosecutor Sorong District People's Parliament 
4. Samuel Eremba, Chief District People's Parliament Fakfak 
5. Mohamad Kurita, Chief Kaimana District People's Parliament 
6. Abiud Degey, Chief District People's Parliament Timika 
7. Samuel Gobay, Head of Paniai District People's Parliament 
8. Yosep SIEP, Chief District People's Parliament Hubula 
9. Gabalimo Wenda, General People's Parliament DaerahNumbay 
10. Richard Ohee, Chief District People's Parliament Tabi 
11. Amius Balinga, Chief District People's Parliament Yahokimo 
12. Yarius Wenda, Head of Puncak Jaya District People's Parliament 
13. Namia SIEP, Chief District People's Parliament Yalimo 
14. Bonny Wanimbo, Chief Parliamentary Representatives District West Baliem 
15. Akulian Mote, Chief District People's Parliament Nabire 
16. Zebu Miagomi, Chief District People's Parliament Intan Jaya 
17. Nedi Vopdana, Chief District People's parliament Star Mountains
18. Obeth Magai, Chief District People's Parliament Dogiay 
19. Zeth Giay, Chief District People's Parliament Deiyai 
20. Yanius Wenda, General People's Parliament Yamo District
21. Akius Krebea, Chief District People's Parliament Nduga 
22. Yance Wenda, Chief District People's Parliament Ilaga 
23. Akius Wanimbo, Chief District People's Parliament Tolikara 
24. Mother Panggresia Yeam, chief of Merauke District People's Parliament 

© Copyright by w@tchPAPUA 
source:http://www.infopapua.org/artman/publish/article_2979.shtml

comments

Google+ Followers

Translate

Followers

NEWS

Loading...
Loading...
Loading...
Loading...